Wednesday, 9 September 2015

PEMANFAATAN LIMBAH BATANG JAGUNG SEBAGAI ADSORBEN ALTERNATIF PADA PENGURANGAN KADAR KLORIN DALAM AIR OLAHAN (TREATED WATER)

Melihat pentingnya pemakaian karbon aktif dalam industri sebagai adsorben dan harganya cukup mahal, maka sebagai adsroben alternatif dimanfaatkanlah limbah batang jagung. Penelitian ini adalah tentang pemanfaatan limbah batang jagung sebagai adsorben alternatif pada pengurangan kadar klorin dalam air olahan (treated water). Metode pembuatan arang aktif yang digunakan adalah metode aktivasi kimiawi dengan aktivator asam sulfat (H2SO4). Penelitian mengenai adsorben alternatif sebelumnya telah banyak dilakukan, diantaranya adalah :

1. Penelitian mengenai adsorben alternatif dimana karbon aktif dibuat dari alang – alang dengan hasil uji terhadap kadar abu, kadar air, bilangan iodine, angka asam, massa jenis dan luas spesifik telah memenuhi persyaratan spesifik sebagai sebuah karbon aktif .

2. Penelitian tentang pembuatan karbon aktif dari kulit kacang tanah dimana kondisi terbaik daya serapnya terhadap larutan iodine yaitu pada suhu pemanasan 450 oC dengan lama pemanasan 90 menit dan daya adsorbsi sebesar 1296 mg/g .

3. Penelitian pemanfaatkan limbah batang jagung sebagai adsorben untuk menyerap ion Tembaga (II) menghasilkan kondisi optimum yang diperoleh pada kondisi aktivasi 300oC dan waktu aktivasi selama 1 jam.

Cara membuat

      Penelitian mengenai adsorben alternatif dari batang jagung ini dilakukan dengan tahapan aktivasi, penentuan bilangan iodine dan tahap analisis. 
      Pada tahap analisis dilakukan dengan tahapan analisa larutan blanko, penentuan kadar klorin sebelum penambahan adsorben, dan penentuan kadar klorin setelah penambahan adsorben dari batang jagung. 

1-Pada tahap aktivasi bahan dasar (batang jagung) dikeringkan dan dipotong kecil – kecil (± 0.5 cm), 

2-Diblender. diayak dengan ukuran masing – masing 50 dan 75 mesh. Sebanyak 1000 gram tepung jagung ditambahkan dengan aktivator H2SO4 dengan konsentrasi masing – masing 1%, 3%, dan 5% sampai seluruhnya terendam, dibiarkan selama 24 jam. 

3-Hasil rendaman batang jangung dengan aktivator dicuci sampai tidak terdapat sisa asam dan dikeringkan di udara terbuka lalu dimasukkan kedalam oven dengan suhu 105 oC selama 24 jam.       

4-Masing – masing adsorben yang telah terbentuk ditentukan bilangan iodinnya dengan cara sebanyak 1 gram adsorben dari batang jagung ditimbang dan dikeringkan pada suhu 110o C selama 3 jam. Dilakukan pendinginan dalam desikator. 

5-Selanjutnya ditambahkan 50 mL larutan iod 0,1 N dan diaduk dengan magnetic stirer selama 15 menit. Disaring dan diambil sebanyak 10 mL filtrat.

6-Dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0,1 N sampai warna kuning berkurang. 

7-Selanjutnya ditambahkan beberapa tetes indikator amilum 1% dan dititrasi kembali sampai larutan tidak berwarna, dicatat volume Na2S2O3 0,1 N yang terpakai. 

8-Titrasi juga dilakukan untuk larutan blanko. 

9-Setelah diperoleh bilangan iodine dari masing – masing adsorben, lalu dianalisa kemampuan penyerapannya terhadap klorin dalam air olahan (treated water) . 

Tahap analisa yang dilakukan pada percobaan dengan prosedur tittrasi iodometri, dan terdiri dari tiga tahap, yaitu berupa analisa larutan blanko, analisa kadar klorin sebelum adsorbsi dan sesudah adsorbsi. Penentuan klor aktif sebagai mg Cl2/l dapat dilihat pada persamaan 1 :

Keterangan :

 A = ml titran Na2S2O3 untuk sampel B = ml titran Na2S2O3 0,01 untuk blanko (bisa positif atau negatif N = Normaliti larutan titran Na2S2O3 V = volume sampel (ml)


sumber : http://jurnal.usu.ac.id/index.php/jtk/article/viewFile/1678/1700

No comments:

Post a Comment