Bioadsorpsi dan
biokoagulasi merupakan dua teknik dalam pemurnian suatu campuran dengan bantuan
biomaterial/ bahan biologis/bahan alami. Adapun sejatinya kedua teknik tersebut
didasarkan pada prinsip adsorpsi dan koagulasi.
Adsorpsi ialah peristiwa
menempelnya(adhesi) suatu partikel,atom, ion atau molekul gas, cairan(liquid)
maupun padatan terlarut pada suatu permukaan. Sedangkan koagulasi adalah
penggumpalan, yakni keadaan dimana suatu partikel zat bergabung dengan partikel
lain sedemikian rupa sehingga terjadi peningkatan volume sebagai hasil dari
pembentukan agregat. Adsorpsi dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya
koagulasi.
Dalam kehidupan nyata,
baik adsorpsi dan koagulasi seringkali bermanfaat dalam proses pemurnian baik
dalam wujud cair maupun gas. Diantara banyak contoh pemanfaatan dari teknik ini
yang telah dilakukan, pemurnian air merupakan yang paling umum di masyarakat.
Air, sebagai penopang kehidupan berbagai organisme merupakan zat yang dapat
dipakai untuk berbagai keperluan. Walau demikian, air yang akan digunakan perlu
memenuhi standar kelayakan seperti bebas dari zat pencemar organik maupun
anorganik, bahkan dari radikal bebas. Nah, untuk menghilangkan zat-zat pencemar
tersebut, maka dimanfaatkan berbagai biomaterial sebagai adsorben(penyerap).
Lantas
mengapa difokuskan pada biosorpsi dan biokoagulasi?
Salah
satu jawabannya ialah karena lebih mudah pelaksanaanya serta bahan baku yang
diperlukan berlimpah, sehingga tidak terlalu membuang biaya. Biosorpsi juga
dapat disesuaikan dengan karakter zat pencemar sehingga lebih fleksibel dalam
perlakuannya. Singkatnya, biosorpsi
serta biokoagulasi adalah alternatif dalam pemurnian air, terutama air limbah
tercemar.
Dari blog ini, kami akan
berbagi sedikit informasi terkait pembuatan biosorben dan proses biokoagulasi
biosorben dan biokoagulan dari jurnal-jurnal penelitian yang telah
dilakukan. Ditambah pula akan dibagikan pedoman pembuatan jurnal
penelitian sebagai penambah wawasan akademik.
No comments:
Post a Comment