PERCOBAAN I
PEMANFAATAN LIMBAH BATANG JAGUNG
Kelompok 8
I. Tujuan
1. Mengetahui bagaimana proses pemanfaatan limbah batang jagung sebagai adsorben pada pengurangan kadar besi dalam air ledeng.
2. Memanfaatkan limbah bekas makanan sebagai adsorben penjernih air.
II. Dasar Teori
Melihat pentingnya pemakaian karbon aktif dalam industri sebagai adsorben dan harganya cukup mahal, maka sebagai adsroben alternatif dimanfaatkanlah limbah batang jagung. Penelitian ini adalah tentang pemanfaatan limbah batang jagung sebagai adsorben alternatif pada pengurangan kadar Besi dalam Air Ledeng. Metode pembuatan arang aktif yang digunakan adalah metode aktivasi kimiawi dengan aktivator asam sulfat (H2SO4).
II. Dasar Teori
Melihat pentingnya pemakaian karbon aktif dalam industri sebagai adsorben dan harganya cukup mahal, maka sebagai adsroben alternatif dimanfaatkanlah limbah batang jagung. Penelitian ini adalah tentang pemanfaatan limbah batang jagung sebagai adsorben alternatif pada pengurangan kadar Besi dalam Air Ledeng. Metode pembuatan arang aktif yang digunakan adalah metode aktivasi kimiawi dengan aktivator asam sulfat (H2SO4).
Penelitian mengenai adsorben alternatif sebelumnya telah banyak dilakukan, diantaranya adalah :
1. Penelitian mengenai adsorben alternatif dimana karbon aktif dibuat dari alang – alang dengan hasil uji terhadap kadar abu, kadar air, bilangan iodine, angka asam,
massa jenis dan luas spesifik telah memenuhi persyaratan spesifik sebagai sebuah karbon aktif.
2. Penelitian tentang pembuatan karbon aktif dari kulit kacang tanah dimana kondisi terbaik daya serapnya terhadap larutan iodine yaitu pada suhu pemanasan 450 oC dengan lama pemanasan 90 menit dan daya adsorbsi sebesar 1296 mg/g.
3. Penelitian pemanfaatkan limbah batang jagung sebagai adsorben untuk menyerap ion Tembaga (II) menghasilkan kondisi optimum yang diperoleh pada kondisi aktivasi 300oC dan waktu aktivasi selama 1 jam.
Permasalahan pokok yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah mampukah adsorben dari batang jagung mengurangi kadar besi yang terdapat dalam air ledeng.
III. Metode Kerja
1. Penelitian mengenai adsorben alternatif dimana karbon aktif dibuat dari alang – alang dengan hasil uji terhadap kadar abu, kadar air, bilangan iodine, angka asam,
massa jenis dan luas spesifik telah memenuhi persyaratan spesifik sebagai sebuah karbon aktif.
2. Penelitian tentang pembuatan karbon aktif dari kulit kacang tanah dimana kondisi terbaik daya serapnya terhadap larutan iodine yaitu pada suhu pemanasan 450 oC dengan lama pemanasan 90 menit dan daya adsorbsi sebesar 1296 mg/g.
3. Penelitian pemanfaatkan limbah batang jagung sebagai adsorben untuk menyerap ion Tembaga (II) menghasilkan kondisi optimum yang diperoleh pada kondisi aktivasi 300oC dan waktu aktivasi selama 1 jam.
Permasalahan pokok yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah mampukah adsorben dari batang jagung mengurangi kadar besi yang terdapat dalam air ledeng.
III. Metode Kerja
A. Alat dan Bahan
*Alat
-Mesh ukuran 60mesh
-Blender
-Oven
-Desikator
-Magnetic Stirer
-Indikator PH meter
-Kertas Saring
-Neraca Timbangan
-Statip&Buret
-Backer Glass
-Erlenmeyer
-Batang Pengaduk
-Corong
-Tabung Reaksi
-Labu Ukur
-Alumunium Foil
*Bahan
-5,6201 gram serbuk bonggol jagung
-H2SO4 5% 25ml
-Iodin 0,1 N 20ml
-Na2S2O3 0,1 N 10ml
-Indikator Amilum 1%
-Aquadest
-Air ledeng masing-masing 5ml
-Fe masing-masing 3ml
B. Cara Kerja
1. Bonggol jagung yang sudah dikeringkan pada panas matahari dipotong kecil-kecil sampai ukuran kurang lebih 0,5cm.
2. Setelah dipotong, bonggol jagung di blender sampai halus dan dapat disaring pada ayakan ukuran 60mesh.
3. Jika bonggol jagung sudah halus lalu direndam pada H2SO4 5%. Di tutup dengan alumunium foil dan di diamkan selama 24jam.
4. Setelah 24 jam, serbuk jagung yang sudah direndam lalu dicuci dengan Aquadest hingga PH-nya netral, dilakukan secara berulang dengan menggunakan kertas saring agar serbuk jagung tidak berkurang ketika dicuci di erlenmeyer.
5. PH diukur menggunakan indikator PH sampai PH menjadi netral. Dikeringkan pada udara terbuka sebentar.
6. Setelah serbuk menjadi netral lalu dikeringkan di oven pada suhu 105oC selama 24 jam.
7. selesai dikeringkan, diambil 1gram serbuk lalu dikeringkan lagi di oven selama 3jam pada suhu 110oC lalu didinginkan pada desikator.
8. Selanjutnya ditambahkan iodin 0,1 N 20 ml lalu diaduk menggunakan magnetic stirer menggunakan backer glass selama 15 menit. setelah itu disaring dan diambil filtratnya.
9. Dititrasi menggunakan NA2S2O3 0,1 N sampai warna kuning berkurang.
10. Selanjutnya ditambahkan indikator amilum 1% secukupnya lalu ditritasi lagi menggunakan NA2S2O3 secukupnya sampai larutan tidak berwarna.
11. Di uji filtrat limbah bonggol jagung pada air ledeng (5ml) yang dicampur dengan besi (Fe 3ml) dengan perbedaan perlakuan penambahan filtratnya, yaitu 0,5 ml, 1 ml dan 2 ml. Dibuat juga larutan blanko sebagai pembanding.
12. didiamkan selama 4-5 hari lalu dilihat kembali perbedaannya.
IV. Hasil pengamatan
Perlakuan
Sampel
|
Hasil
|
Air+Fe+adsorben
0ml (blanko)
|
Tetap
(kuning)
|
Air+Fe+adsorben
0,5ml
|
Kuning
sedikit pudar
|
Air+Fe+adsorben
1ml
|
Kuning
pudar
|
Air+Fe+adsorben
2ml
|
Bening
|
V. Pembahasan
Pada percobaan kali ini mengenai pemanfaatan limbah batang jagung sebagai adsorben dalam pengurangan kadar besi yang kami campurkan pada air ledeng. dalam praktikum ini kami melakukan tiga perlakuan dalam pengujian penyerapan kadar besi adsorben dalam air ledeng. yaitu 0,5ml, 1ml, dan 2ml.
Pertama-tama kami menggunakan 3 bonggol jagung yang ada lalu kami keringkan menggunakan sinar matahari selama kurang lebih 3hari. setelah bonggol jagung benar-benar kering bonggol jagung di potong kecil-kecil dengan ukuran kurang lebih 0,5cm. Lalu bonggol jagung yang sudah dipotong di blender dengan blender logam yang kami gunakan hingga dapat disaring pada ayakan ukuran 60mesh yang tersedia. Serbuk jagung yang dihasilkan sebanyak 5,6201 gram.
Setelah diayak, serbuk jagung direndam pada larutan H2SO4 dengan konsentrasi 5% 25ml. Didiamkan rendaman tersebut selama 24 jam. H2SO4 5% digunakan sebagai Aktivator dengan metode aktivasi kimiawi. setelah diaktivkan lalu hasil rendaman dicuci dengan menggunakan awuadest agar PH berubah menjadi Netral. kurang lebih PHnya 6-7. Disaring dengan menggunakan kertas saring pada erlenmeyer.
Setelah dicuci berulang kali menggunakan aquadest dan kami mendapatkan PH 6 dengan lama pencucian kurang lebih 3 jam. Digunakan kertas saring agar serbuk jagung tidak berkurang karena proses pencucian. Lalu dilakukan proses pengeringan pada udara terbuka lalu di masukkan ke dalam oven selama 24 jam dengan suhu 105oC.
Setelah 24 jam proses pengovenan, serbuk jagung yang dikeringkan di timbang dan dihasilkan sebanyak 1,4531 gram serbuk jagung. 1,4531 gram serbuk jagung dikeringkan kembali pada oven dengan suhu 110oC selama 3jam lalu didinginkan pada desikator.
Setelah dingin, ditambahkan larutan iodin 0,1 N sebanyak 20 ml lalu diaduk dengan menggunakan magnetic stirer selama 15 menit. Setelah itu diambil filtratnya sebanyak 10ml. Lalu setelah itu dititrasi dengan menggunakan larutan Na2S2O3 0,1 N sampai larutan tidak berwarna dan mejadi bening setelah dititrasi dengan 9ml NA2S2O3.
Ditambahkan indikator Amilum 1% secukupnya lalu kami titrasi kembali dengan Na2S2O3 sebanyak 3ml. setelah selesai, filtrat batang jagung siap diuji coba pada air ledeng yang dicampur dengan Fe. Dibuat blanko, filtrat 0,5ml, 1ml, dan 2ml. Dengan air ledeng 5ml dan penambahan Fe masing-masing 3ml. Dibuat pada 4 tabung reaksi yang berbeda.
Setelah dibagi kedalam 4 tabung reaksi, lalu masing-masing didiamkan selama 4-5 hari. dan dilihat kembali hasil yang didapatkan. Hasil yang kami dapat ketika sudah didiamkan selama 5 hari penambahan filtrat 2ml lebih baik untuk digunakan sebagai adsorben, karena semakin banyak filtrat yang diberikan hasil yang dihasilkan semakin baik. larutan yang awal mulanya mengandung Besi dan berwarna Orange berubah warna menjadi bening ketika ditambhkan filtrat 2 ml. Sedangkan penambahan filtrat 0,5 ml menghasilkan warna kuning sedikit pudar, filtrat 1 ml berwarna kuning pudar. dan blanko tetap karena digunakan sebagai warna pembanding. Dalam percobaan ini kami menggunakan metode Analisis Kualitatif yaitu melalui perbandingan warna yang terjadi secara kasat mata.
Dalam penggunaan limbah batang jagung yang kami gunakan bukan serbuknya namun filtratnya yang kami gunakan sebagai adsorben pada air ledeng yang mengandung Besi. Filtrat tersebut sudah direaksikan dengan larutan Iodin dan Na2S2O3. Dan ternyata meskipun filtrat yang kami gunakan, tetap dapat menyerap Fe dalam Air ledeng dengan merubah warna yang tadinya berwarna kuning menjadi bening kembali. Penelitian dan percobaan ini kami lakukan selama 1 minggu dimulai pada tanggal 16 september 2015.
VI. Kesimpulan
1. Limbah bonggol jagung dapat digunakan sebagai adsorben pada pengurangan kadar Besi dalam air ledeng.
2. Filtrat dari bonggol jagung dapat menyerap Besi dalam penjernihan air ledeng.
3. Filtrat yang baik adalah sebanyak 2 ml untuk digunakan dalam penjernihan air, itu berarti semakin banyak filtrat yang diberikan semakin jernih air yang digunakan.
VII. Daftar Pustaka
[1] Alaerts, G, Metoda Penelitian Air, Penerbit Usaha Nasional, Surabaya, 1987.
[2] Dedi, S dan Gunawan, E, Pembuatan Arang Aktif dari Batang Jagung Menggunakan Aktivator Asam Sulfat dan Penggunaannya pada Penjerapan Ion Tembaga (II), Jurnal Makara Sains Vol 14 No.1, Jakarta, 2010.
[3] Djatmiko, B dkk , Arang : Pengolahan dan Kegunaannya, Penerbit Fateta IPB, Bogor, 1981.
[4] Ketaren, S, Kimia Minyak dan Lemak, Penerbit UI Press, Jakarta, 2003.
[5] Othmer, D.F And G.A. Fermstrom, Distillation of Bagasse, International Chemical Engineering Journal, 1941.
Prose pencucian serbuk bonggol jagung
PH Awal menunjukan sangat asam PH 2
Berat serbuk yang dihasilkan setelah dioven
Serbuk sebelum dikeringkan dan dioven kedua kalinya
Didinginkan pada desikator
ditambahkan Iodin 0,1 N
Diaduk menggunakan magnetic stirer
Disaring filtrat setelah di aduk dan ditambah Iodin
Proses Uji coba pada 4 perlakuan yang berbeda : Blanko, 0,5 ml, 1 ml dan 2 ml (dari Kiri ke Kanan)
Hasil-nya :
Hasil-nya adalah : Blanko, 0,5 ml, 1 ml dan 2 ml (dari Kiri ke Kanan) dan 2 ml lebih jernih dari pada perlakuan lainnya.

















